• Jam Buka Toko: 08.00 - 20.00
  • Status Order
  • Tlp: 0812345678
  • SMS/WA: 0812345678
  • BBM : DBD1452
  • muslimmart@gmail.com
Terpopuler:

Tata Cara Mandi Wajib Yang Di Contohkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

04 Februari 2017 - Kategori Blog

Tata Cara Mandi Wajib – Sebagian dari anda mungkin sampe saat ini masih bingung bagaimana tata cara mandi wajib dikarenakan refrensi yang anda baca belum jelas atau anda belum paham. Beginilah tata cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam


Niat, Syarat Sahnya Mandi


Para ulama mengatakan bahwa di antara faedah niat yaitu untuk membedakan manakah yang telah menjadi kebiasaan dan mana yang menjadi ibadah. Dalam hal mandi tentu saja wajib dibedakan dengan mandi biasa. Pembedanya yaitu niat. Dalam riwayat hadits dari ‘Umar bin Al Khattab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

tata cara mandi wajib


Rukun Mandi


Hakikat dari mandi adalah mengguyurkan air ke seluruh badan, termasuk mengenai rambut dan bagian kulit.

Inilah yang diterangkan di dalam banyak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya yaitu hadits ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha yang menjelaskan tata cara mandi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جَسَدِهِ كُلِّهِ

Tata Cara Mandi Wajib
Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, “Penguatan makna dalam hadits ini menunjukkan bahwa ketika mandi beliau mengguyur air ke seluruh tubuh.”

Dari Jubair bin Muth’im mengatakan, “Kami saling memperbincangkan tentang mandi janabah di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda,

أَمَّا أَنَا فَآخُذُ مِلْءَ كَفِّى ثَلاَثاً فَأَصُبُّ عَلَى رَأْسِى ثُمَّ أُفِيضُهُ بَعْدُ عَلَى سَائِرِ جَسَدِى

Tata Cara Mandi Wajib
Dalil yang menjelaskan bahwa hanya mengguyur seluruh badan dengan air itu merupakan rukun (fardhu) mandi dan bukan selainnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah. Ia berkata,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَ رَأْسِى فَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ الْجَنَابَةِ قَالَ « لاَ إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ تَحْثِى عَلَى رَأْسِكِ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ ثُمَّ تُفِيضِينَ عَلَيْكِ الْمَاءَ فَتَطْهُرِينَ ».

“Saya berkata, wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang mengepang rambut kepalaku, apakah aku harus membuka kepangku ketika mandi junub?” Beliau bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu mengguyur air pada kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 330)

Jika kaum muslimin telah menunaikan rukun mandi ini, maka mandinya dianggap sah, asal berniat untuk mandi wajib (al ghuslu). Jadi seseorang yang mandi di pancuran dan air sudah mengenai seluruh tubuhnya, maka mandinya sudah dianggap sah.

Adapun berkumur-kumur (madhmadhoh), memasukkan air dalam hidung (istinsyaq) dan menggosok-gosok badan (ad dalk) adalah perkara yang disunnahkan menurut mayoritas ulama.

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *